Sabtu, 26 Maret 2011

Runtuhnya Orde Baru

1.      Krisis ekonomi
Krisis ekonomi Indonesia merupakan dampak dari krisis yang terjadi di dunia. Pada bulan Agustus 1997, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS mengalami penurunan, dari Rp. 2.575 menjadi Rp. 2.603 per dollar, dan terus mengalami penurunan sampai melewati angka Rp. 8.000 per dollar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak menunjukan angka yang berarti. Krisis ekonomi ini kemudian menimbulkan dampak yang luas, seperti bertambahnya angka kemiskinan, pengangguran, dan tingkat kriminalitas.



2.      Gerakan reformasi dan aksi-aksi demonstrasi menentang orde baru
Krisis ekonomi yang berkepanjangan tersebut telah mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Hal itu mendorong kalangan intelektual mahasiswa turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi seperti gerakan mahasiswa yang tergabung kedalam Badan Eksekutif mahasiswa (BEM), kammi (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), dan lain-lainnya.
Aksi aksi mahasiswa semakin meningkat ketika terjadinya Tragedi Semanggi, yang menewaskan sejumlah mahasiswa. Peristiwa tersebut semakin menguatkan tuntutan mahasiswa agar Presiden Suharto mundur dari jabatannya, sehingga aksi-aksi mahasiswa semakin radikal, seperti dengan adanya aksi pendudukan gedung DPR/MPR sejak bulan Mei 1998.
Karena tuntutan mahasiswa tersebut, maka pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Suharto akhirnya meletakkan jabatan sebagai presiden, dan digantikan oleh B.J. Habibie.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar